Bekam: Terapi Tradisional yang Kembali Populer di Era Modern

Daftar Isi
 
Seorang individu menjalani terapi bekam dengan beberapa cangkir kaca ditempatkan di punggungnya, menciptakan tanda merah khas. Terapis sedang menyesuaikan salah satu cangkir, sementara pasien berbaring tengkurap dan ditutupi kain bermotif dari pinggang ke bawah. Terapi ini bertujuan meningkatkan aliran darah dan meredakan ketegangan otot


Bekam: Terapi Tradisional yang Kembali Populer di Era Modern

Terapi bekam, atau cupping therapy, adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai belahan dunia. Kini, di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan pengobatan alami, bekam kembali naik daun sebagai alternatif terapi yang dipercaya mampu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Artikel ini akan mengupas tuntas tentang bekam dari sisi sejarah, jenis, manfaat, prosedur, hingga efek sampingnya dengan pendekatan edukatif dan SEO-friendly untuk pembaca setia Anizpedia.com.

Sejarah dan Asal Usul Terapi Bekam

Bekam bukanlah metode baru. Praktik ini telah dikenal sejak 1.500 SM, dengan bukti arkeologis yang ditemukan di Mesir Kuno, Tiongkok, dan Timur Tengah. Di Tiongkok, bekam merupakan bagian dari pengobatan tradisional yang bertujuan menyeimbangkan aliran energi vital atau qi. Sementara itu, dalam tradisi Islam, bekam dikenal sebagai hijamah dan disebutkan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu metode pengobatan yang dianjurkan.

Di Indonesia sendiri, bekam telah menjadi bagian dari warisan budaya pengobatan tradisional, terutama di kalangan masyarakat pesantren dan komunitas muslim. Kini, bekam tidak hanya dilakukan oleh tabib tradisional, tetapi juga mulai diadopsi oleh klinik-klinik kesehatan modern.

🧪 Apa Itu Terapi Bekam?

Seorang individu menjalani terapi bekam dengan beberapa cangkir kaca ditempatkan di punggungnya, menciptakan tanda merah khas. Terapis sedang menyesuaikan salah satu cangkir, sementara pasien berbaring tengkurap dan ditutupi kain bermotif dari pinggang ke bawah. Terapi ini bertujuan meningkatkan aliran darah dan meredakan ketegangan otot adalah metode penyembuhan yang dilakukan dengan cara menempelkan cangkir khusus pada permukaan kulit untuk menciptakan tekanan negatif (vakum). Proses ini menyebabkan kulit dan jaringan di bawahnya tertarik ke dalam cangkir, yang dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengeluarkan racun dari tubuh, dan merangsang proses penyembuhan alami.

Cangkir yang digunakan bisa terbuat dari berbagai bahan seperti kaca, bambu, silikon, atau plastik. Dalam praktik modern, alat bekam sering kali menggunakan pompa manual atau elektrik untuk menciptakan vakum, menggantikan metode tradisional yang menggunakan api.

Jenis-Jenis Terapi Bekam

1. Bekam Kering (Dry Cupping)  

   Jenis bekam ini hanya menggunakan hisapan tanpa pengeluaran darah. Cocok untuk relaksasi otot, memperlancar peredaran darah, dan mengurangi ketegangan.

2. Bekam Basah (Wet Cupping)  

   Setelah proses hisapan, kulit akan dilukai secara ringan menggunakan jarum steril untuk mengeluarkan darah kotor. Terapi ini dipercaya mampu mengeluarkan racun dan zat sisa metabolisme dari tubuh.

3. Bekam Api (Fire Cupping)  

   Menggunakan api untuk menciptakan vakum di dalam cangkir sebelum ditempelkan ke kulit. Metode ini lebih tradisional dan memerlukan keahlian khusus.

4. Bekam Bergerak (Moving Cupping)  

   Cangkir digerakkan di atas kulit yang telah diolesi minyak. Teknik ini memberikan efek seperti pijatan dalam dan sangat efektif untuk mengatasi nyeri otot.

Manfaat Terapi Bekam bagi Kesehatan

Berbagai penelitian dan pengalaman klinis menunjukkan bahwa terapi bekam memiliki sejumlah manfaat kesehatan, antara lain:

- Mengurangi nyeri otot dan sendi, termasuk nyeri punggung bawah, leher kaku, dan nyeri lutut.

- Meningkatkan sirkulasi darah, yang membantu mempercepat proses penyembuhan jaringan dan mengurangi peradangan.

- Mengurangi stres dan kecemasan, karena efek relaksasi yang ditimbulkan dari proses bekam.

- Meningkatkan sistem imun, dengan merangsang produksi sel darah putih dan memperbaiki sistem limfatik.

- Mengatasi migrain dan sakit kepala tegang, terutama jika dipicu oleh ketegangan otot atau stres.

- Membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti kembung, sembelit, dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

- Menurunkan tekanan darah, melalui efek relaksasi dan pengurangan stres oksidatif.

- Membantu detoksifikasi tubuh, dengan mengeluarkan darah kotor dan memperbaiki metabolisme.

Prosedur Terapi Bekam: Langkah demi Langkah

1. Konsultasi Awal  

   Terapis akan menanyakan riwayat kesehatan pasien untuk memastikan tidak ada kontraindikasi.

2. Persiapan Area Bekam  

   Area tubuh yang akan dibekam dibersihkan dan diberi minyak esensial untuk memudahkan proses.

3. Pemasangan Cangkir  

   Cangkir ditempelkan ke kulit menggunakan metode pemanasan atau pompa vakum. Kulit akan tertarik ke dalam cangkir.

4. Durasi Terapi  

   Cangkir dibiarkan menempel selama 5–15 menit tergantung kebutuhan dan jenis bekam.

5. Bekam Basah (Jika Dilakukan)  

   Setelah hisapan awal, kulit dilukai ringan dengan jarum steril, lalu cangkir dipasang kembali untuk mengeluarkan darah.

6. Pembersihan dan Perawatan  

   Area bekam dibersihkan, diberi antiseptik, dan ditutup jika perlu. Pasien disarankan untuk beristirahat dan minum air putih.

Efek Samping dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski tergolong aman, terapi bekam tetap memiliki potensi efek samping, terutama jika dilakukan oleh terapis yang tidak berpengalaman atau menggunakan alat yang tidak steril:

- Memar dan lebam di area bekam (umumnya hilang dalam beberapa hari).

- Infeksi kulit, jika alat tidak disterilkan dengan benar.

- Pusing atau mual setelah terapi, terutama pada pasien yang sensitif terhadap darah.

- Luka ringan pada bekam basah yang bisa meninggalkan bekas jika tidak dirawat dengan baik.

Catatan penting:  

Bekam tidak disarankan untuk:

- Ibu hamil (terutama di trimester pertama)

- Penderita hemofilia atau gangguan pembekuan darah

- Pasien dengan anemia berat

- Orang yang sedang demam tinggi atau kelelahan ekstrem

Bekam dalam Perspektif Medis Modern

Meskipun terapi bekam masih dianggap sebagai pengobatan alternatif, beberapa studi ilmiah menunjukkan potensi manfaatnya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Traditional and Complementary Medicine menyebutkan bahwa bekam dapat membantu mengurangi nyeri kronis dan memperbaiki kualitas hidup pasien dengan kondisi seperti nyeri punggung bawah dan migrain.

Namun, para ahli medis tetap menekankan pentingnya pendekatan holistik dan tidak menjadikan bekam sebagai satu-satunya metode pengobatan. Kombinasi antara pengobatan modern dan terapi tradisional seperti bekam bisa menjadi solusi yang lebih efektif jika dilakukan secara bijak.

Kesimpulan

Terapi bekam adalah warisan pengobatan tradisional yang telah melewati ujian waktu dan kini kembali diminati di era modern. Dengan manfaat yang luas, mulai dari meredakan nyeri hingga meningkatkan sirkulasi darah dan imunitas, bekam menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari pendekatan alami dalam menjaga kesehatan.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap terapi memiliki risiko. Oleh karena itu, pastikan bekam dilakukan oleh terapis profesional, menggunakan alat yang steril, dan didahului dengan konsultasi medis jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Posting Komentar